kpiaku.tk

Karya yang baru masuk

Aduh belum ada karya yang baru ni, makannya tmen-temen buat dong, biar rame nih blog.

Karya lainnya

Tutur Cinta

Sahabat Aku Cinta

Membosan kan Tapi Dibutuhka (Poetry Part 3)

Pertempuran Hati (bukan soal cinta koq)

No Bad Day

Parunk & Women On Street

Seloki Air Untuk Seekor Paus

Poetry (part 1 & 2)

Cara mengirim karya mu

Ingin karya mu mejeng disini dan diliat banyak orang..? gimana caranya..? untuk tau jawabannya klik disini

Parunk & Women On Street

(parung undercover)

Kala senja mulai menapak, kabut menyelimuti bumi. Kendaraan berlalu lalang pulang kekandang. Tetapi yang sangat menyedihkan, di tanah tempat kelahiran ku itu masih banyak seuntai kupu-kupu malam yang berterbangan mencari dan mencari, barangkali ada yang hendak melampiaskan nafsu birahi di di sepanjang jalan itu. Sungguh, aku tiada dapat berkata apa-apa dalam menelusuri sepanjang perjalana antara parung-bogor, adalah tempat yang penuh kenangan bagi setiap pengendara di kota ini. Di jampang mubarok, tepat didepan kampus Ahmadiyah. Di sisi kiri-kanan jalan tersebut dihiasi dengan bertebarannya wanita setengah baya (bahkan tak sedikit yang berusia dibawah 15 tahun)

Penjaja cinta yang mencari sasaran pengendara mobil-mobil yang lalu lalang di jalur tersebut. Dan sekali pengendara berhenti untuk menyapa, mereka berdatangan bak ikan piranha yang mendapatkan daging segar. Apa saja yang dipegang orang yang berada didalam mobil ikut dipegang. Kalau Anda memegang sebungkus rokok, apapun merek rokok itu, dijamin tak bakal balik lagi. Mereka akan mengambilnya, kalau perlu sekalian korek apinya, apalagi jika korek api pemantik yang bagus. Kalau diminta, mereka mengaku tak mengambilnya. Jadi relakan saja kalau tak waspada dari awal.

Wanita-wanita yang dihampiri ini menjajakan diri dengan menawarkan diri mampir sambil minum-minum. Mereka tak mau diajak bicara making love. Menerima pertanyaan seperti itu, jawaban mereka biasanya, “Nanti saja disana diomonginnya. Yang penting itu dulu.” Dan mereka memang sulit diajak kencan ML. Mereka bukan untuk itu memang, meski dikesankan mereka siap melayaninya. Tapi begitu sang pemilik mobil setuju untuk minum dan makan, mereka berebut naik ke mobil. Jumlahnya disesuaikan dengan jumlah tamu yang ada di mobil.

Maklum jalan antara parung bogor tak pernah sepi, sekalipun tengah malam menjelang dini hari. Beberapa kali tempat jajakan mereka digusur massa, namun bak ilalang mereka dengan cepat tumbuh dan beraktivitas kembali. Kini geliat kehidupan malam di sepanjang jalur seperti ‘naik kelas’. Ini berkaitan erat dengan kehadiran sebuah hotel mewah di jalan tersebut. Hotel ini nampaknya dibangun dengan konsep yang matang, sebagai jawaban atas tempat hiburan yang tak terkoordinasi alias sporadis. Halaman dan area parkir hotel ini luas dan nyaman. Di ditempat parkir itu mobil kelas menengah ke atas berjejer rapi. Bahkan tak sedikit mobil mewah.

Kesan mewah langsung terlihat begitu memasuki kompleks hotel ini. Posisinya yang agak jauh dari jalan raya menciptakan rasa nyaman bagi tamu yang datang membawa kendaraan sendiri. Sementara letak bangunan dan area parkir yang agak landai dan rendah dari jalan raya memberi kesan eksotis bagi siapa saja yang pertama kali datang. Yang menarik, bangunan yang terdiri dari dua lantai itu mengedepankan privasi. Tamu dapat memarkir mobil di bawah dan langsung memasuki kamar yang berada di lantai dua melalui anak tangga.
Para pemburu kesenangan hiburan malam menjadikan tempat ini sebagai alternatif. Ada beberapa alternatif pilihan: berkaraoke, berdisko, mendengarkan live music dangdut, atau beristirahat sejenak bersama teman kencan.

Menjadikan tempat ini sebagai pilihan untuk berkaraoke, sepertinya tidak akan mengecewakan. Paling tidak ada belasan ruangan karaoke yang dapat dimanfaatkan. Ruangannya cukup luas. Fasilitas yang tersedia pun tak kalah dibanding dengan fasilitas karaoke yang terdapat di kawasan Kota, misalnya. Hotel ini berlokasi di pinggir jalan raya. Tak begitu sulit menemukannya karena bangunannya yang megah dan cukup mencolok. Pada malam hari terlihat kelap-kelip lampu yang menjadi penanda keberadaan hotel tersebut. Setiap kulewati jalan itu, batinku teriris pedih karena kesucian kampung halaman ku telah dinodai dengan jarah-jarah yang hina Aku tak dapat membayangkan bagaimana wajah negeri ini apabila dipenuhi oleh penjaja cinta dan si hidung belang. Moral generasi muda telah diporakporandakan. .

“Ah! Negeri leluhur yang indah rupawan, ternoda seuntai makhluk yang hanya ingin melepaskan nafsu birahi. Sungguh keterlaluan” Gumamku lirih…. Wahai para penjaja cinta, si hidung belang, rampok, judi, penghayal mistik dan koruptor di negeri ini, lepaskan baju yang hina itu basuh dengan air suci lalu menghadap kepadaNya. Mohon petunjuk dan syufaat. Semua kita adalah sama, datang dari tiada menjadi ada. Ketiadaan juga yang menjelma dalam jasad senja. Mari bersujud menyerahkan segala hati baik yang kelu, luka, kotor, bersih, suci, indah kepada pemilik yang abadi. Lepaskan segala kenistaan ganti dengan pancaran putih yang bersinar dari ufuk timur.

Author; Che Maink

ANAK-ANAK KPI A ANGKATAN 2006 PUBLISH A ANAK KPI A BLOG WWW.KPIAKU.WORDPRESS.COM CONTRIBUTED BY ABDUL ROCHMAN, ANDRI RATIH, FAHDI FAHLEVI, FITRIA RAMADHANI, RICHA MUTMAINAH, AND SOFIAWATI DESIGNER BY KHARISMA DHIMAS SYUHADA EDITED BY KINTAN PANDU JATI AND MUHAMMAD RAGIL INDRATOMO DOCUMENTATED BY AHMAD FAUZI PROMOTED BY FARUK KHALIL GIBRAN

7 Responses to ""

satu kata buat bang maink yang udah nulis ni cerita you’re the next moeamar emka……….

tetep kirimin karya kesini ya………

Yoiii.moemar emka baru telah muncul di KPI A, bayangkan penelusuran yang tidak kita ketahui sebelimnya telah membuka tabir pemikiran baru bagi kita tentang dunia malam Indonesia….munculkanlah penulis2 baru yang lebih kreatif, inovatif dan imajinatif…salam temen2 kpi a

maink……….saluuuuuuuuutt!!!!!!!!!! ky na pngalaman pribadi lo nih!!!! hehehe

Tulisan bisa dibilang bagus. Tapi menurut saya, akan lebih bagus kalau penulis interospeksi terlebih dahulu sebelum mengkritik dan menasehati orang. Karena saya yakin, penulis juga pasti tidak sempurna dan pernah atau masih nista. Salam kenal.

Ue ska crita loe .
Ue dkung cmua’n coz ue nak parunk .

Parunk….parung….oh Parung…

Gara2 P’arunk itulah keluarga gue BerantAKAN!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Top Clicks

  • None

Recent Comments

Blog Stats

  • 19,453 hits
%d bloggers like this: