kpiaku.tk

Artikel lainnya

Artikel Tentang Komunikasi Antar Budaya dan Agama

Pengantar Komunikasi Antar Agama dan Budaya Pendekatan Terhadap Komunikasi Antar Budaya

Cara mengirim Artikel mu

Ingin Artikel mu mejeng disini dan diliat banyak orang..? gimana caranya..? untuk tau jawabannya klik disini

Pengantar Komunikasi Antar Agama dan Budaya

Manusia tidak mungkin tidak melakukan Komunikasi sekalipun dalam keadaan bisu (tuna wicara). Karena komunikasi sesungguhnya tidak saja dipahami sebagai penyampai pesan melalui bahasa (verbal), tetapi komunikasi adalah penyampaian pesan melalui lambang-lambang yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak (komunikator-komunikan) apapun bentuk lambang tersebut.

Dengan makin meningkatnya globalisasi, kita sudah mulai terkena efek GLOBAL VILLAGE dimana ciri nya adalah;

1. Adanya keinginan akan keseragaman yang meningkat

2. Adanya keinginan akan pengalaman yang sama

3. Meningkatnya pengaruh media elektronik seperti televisi, satelit komunikasi, antena parabaola, dll. (Rumondor,2001)

Kemajuan ini tidak terbatas pada teknologi komunikasi saja tetapi juga pada teknologi lainnya seperti sarana transportasi. Dengan kemajuan ini orang-orang mampu melakukan komunikasi secara langsung (antarpribadi) ditempat-tempat yang tidak terduga sebelumnya.

Perbedaan budaya ini tidak menjadi halangan untuk satu sama lain menjalin hubungan (relationship), yang terpenting adalah saling memahami (understanding), saling beradaptasi dan saling bertoleransi. Kunci utama dari pergaulan antar budaya adalah tidak menilai orang lain yang berbeda budaya dengan menggunakan penilaian budaya kita.

Pengertian dan Fungsi Komunikasi Antar Budaya dan Agama

Menurut DeVito (1997) bentuk-bentuk komunikasi antarbudaya meliputi bentuk-bentuk komunikasi lain, yaitu: Komunikasi antara kelompok agama yang berbeda. Misalnya: antara orang Islam dengan orang Yahudi. Komunikasi antara subkultur yang berbeda. Misalnya : antara dokter dengan pengacara, atau antara tunanetra dengan tunarungu.

Komunikasi antara suatu subkultur dan kultur yang dominan. Misalnya ; antara kaum homoseks dan kaum heteroseks, atau antara kaum manula dan kaum muda. Komunikasi antara jenis kelamin yang berbeda yaitu antara pria dan wanita.

Menurut Mulyana (2004) Komunikasi antarbudaya (intercultural communication) adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya. Sama halnya dengan komunikasi antaragama yaitu proses komunikasi dengan orang-orang yang berbeda agama.

Ketika komunikasi terjadi antara orang-orang berbeda bangsa, agama, kelompok ras, atau kelompok bahasa, komunikasi itu disebut komunikasi antarbudaya. Komunikasi antarbudaya pada dasarnya mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas komunikasi, apa makna pesan verbal dan non verbal menurut budaya-budaya yang bersangkutan, apa yang layak dikomunikasikan, bagaimana cara meng-komunikasikannya, kapan mengkomunikasikannya.

Secara khusus fungsi komunikasi antarbudaya adalah untuk mengurangi ketidakpastian. Karena, ketika kita memasuki wilayah orang lain kita dihadapkan dengan orang-orang yang sedikit banyak berbeda dengan kita dalam berbagai aspek (sosial, budaya, ekonomi, status,dll). Pada waktu itu pula kita dihadapkan dengan ketidakpastian dan ambiguitas dalam komunikasi.

Gundykunstt dan Kim, usaha untuk mengurangi ketidakpastian itu dapat dilakukan melalui tiga tahap seleksi, yaitu :

1. Pra-kontak atau tahap pembentukan kesan melalui simbol verbal maupun nonverbal (apakah komunikan suka berkomunikasi atau menghindari komunikasi)

2. Initial contact and imppresion yakni tanggapan lanjutan atau kesan yang muncul dari kontak awal tersebut, misal : anda bertanya pada diri sendiri Apakah saya seperti dia? Apakah dia mengerti saya?

3. Closure, mulai membuka diri anda sendiri yang semula tertutup melalui atribusi dan pengembangan kepribadian implisit.

Secara umum fungsi komunikasi antarbudaya tidak dapat dipisahkan dari fungsi komunikasi yaitu :

Fungsi Pribadi : Identitas Sosial, Integritas Sosial, Kognitif, dan Melepaskan Diri

Fungsi Sosial : Pengawasan, Menjembatani, Sosialisasi, dan Menghibur

Ruang Lingkup Komunikasi Antar Budaya dan Agama

Ruang lingkup komunikasi antar budaya dan agama antara lain:

§ Mempelajari komunikasi antarbudaya dengan pokok bahasan proses komunikasi antarpribadi dan komunikasi antarbudaya serta agama termasuk di dalamnya, komunikasi diantara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan, agama, suku bangsa, ras dan etnik.

Komunikasi lintasbudaya dengan pokok bahasan perbandingan pola-pola komunikasi antarpribadi lintasbudaya

Komunikasi melalui media diantara komunikator dan komunikan yang berbeda kebudayaan namun menggunakan media seperti komunikasi internasional.

Mempelajari perbandingan komunikasi massa misalnya membandingkan sistem media massa antarbudaya, dampak media massa, tatanan informasi dunia baru.

ANAK-ANAK KPI A ANGKATAN 2006 PUBLISH A ANAK KPI A BLOG WWW.KPIAKU.WORDPRESS.COM CONTRIBUTED BY ABDUL ROCHMAN, ANDRI RATIH, FAHDI FAHLEVI, FITRIA RAMADHANI, RICHA MUTMAINAH, AND SOFIAWATI DESIGNER BY KHARISMA DHIMAS SYUHADA EDITED BY KINTAN PANDU JATI AND MUHAMMAD RAGIL INDRATOMO DOCUMENTATED BY AHMAD FAUZI PROMOTED BY FARUK KHALIL GIBRAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Top Clicks

  • None

Recent Comments

Blog Stats

  • 19,453 hits
%d bloggers like this: