kpiaku.tk

Artikel lainnya

Artikel Tentang Perkembangan Teknologi Media Komunikasi

Torsten Veblen; Technological Determinism Jean Baudrillard; Hyper Reality & Efek Simulacra Marshal McLuhan: Global Village & The Media Is The Massage Raymond Williams; Cultural Materialism Introduction – A Second Media Age Cayberspace & The World We Live In

Cara mengirim Artikel mu

Ingin berbagi ilmu……? Artikel mu bisa mejeng disini dan diliat banyak orang..? gimana caranya..? untuk tau jawabannya klik disini

—————Cyberspace————– & The World We Live In

Cyberspace (internet/dunia maya) merujuk pada hulusinasi yang disepakati bersama. Bahwa ada pandangan umum, tentang masa depan yang akan berbeda dengan masa ini, dalam ruang maupun realitas. Cyberspace dikatakan juga sebagai dunia maya yang mengijinkan kita untuk berperan sebagai Tuhan. Dunia maya bisa jadi sangat nyaman ketimbang dunia nyata yang tidak sempurna ini. Teknologi akhirnya mengantarkan kita keluar dari keterbatasan dan frustasi dunia yang tak sempurna ini.

Adanya Kebutuhan untuk membangun komunitas yang lebih baik menjadi dorongan terwujudnya dunia ini. Dan sekarang kita menemukan alat untuk mewujudkan masyarakat yang baik itu. Dimana setiap warga terhubung dengan warga lainnya, kita memperluas komunitas yang ideal ini ke tahap desa global (global village). Komunitas virtual adalah kesatuan sosial yang dipersatukan oleh internet, yang setiap orangnya sangat perhatian terhadap diskusi publik yang terjadi dalam internet.

Kaum Utopis sebagai pendukung setia pandangan ini berpendirian; bahwa terdapat alternatif kenyataan bahkan kenyataan yang baru,; mereka menginginkan kita percaya untuk meninggalkan dunia sekarang ini untuk hijrah ke situasi yang lebih baik.

Kritik terhadap pandangan ini adalah; bahwa kita hidup di dunia nyata, dan kita harus memahami bahwa dalam kasus ini kita tidak dapat meng-harapankan selalu sesuai dengan keinginnan kita. Kita harus melihat kasus ini dalam konteks kenyataan sosial dan politik. Karena dunia ini adalah dunia yang terbagi-bagi dan bersifat materi. Konflik etnis, nasionalisme, strata sosial tidak dapat dihilangkan begitu saja dengan adanya ruang virtual (internet).

Cyberspace And Self-Identity

Dalam dunia maya, Kesatuan diri tidak lagi diartikan oleh bentuk tubuh dan kulit, melainkan melalui hubungan yang tercipta antara tubuh dan simulasi. Dalam dunia maya kita dapat memilih akan menampilkan diri kita dalam bentuk apapun yang kita inginkan. Semua yang kita pikirkan, impikan, dari sebuah halusinasi dapat kita wujudkan.

Kita dapat mencaplok sebuah identitas yang baru dan merasakan pengalaman keluar dari keterbatasan hidup ini. Teknologi mengijinkan kita untuk merasakan pengalaman ini seakan-akan semua ini nyata. Dunia maya adalah kombinasi dari objektifitas fisik dengan ketidakterbatasan dan kontrol yang bebas dalam isi, yang biasanya diasosiasikan dalam ijinasi dan mimpi.

Dalam ruang ini, sekali lagi realitas dari dunia nyata telah hilang, hubungan antara kesatuan diri telah terpisah dalam bagian-bagian, dan kualitas dari pengalaman menurun hanya dalam tingkat sensasi.

Virtual Community And Collective Identity

Perkembangan teknologi baru harus disesuaikan dalam konteks perubahan sosial dan politik. Dunia maya ini selalu dihubungkan pada ide tentang bentuk masyarakat dan kemasyarakatan yang inovatif dan baru. Ada kepercayaan atau harapan terhadap interkasi yang termediasi, dapat membuat suatu ruang publik didunia ini. Yang akhirnya dapat membantu terwujudnya bentuk universal dari hubungan manusia dan kolektifitas yang ideal.

Komunitas dunia maya hidup dalam persimpang-an antara bentuk fisik dan budaya maya. Dunia maya bisa dugunakan untuk hal-hal yang bersifat membangun. Dunia maya bisa menjadi salah satu tempat umum yang tak resmi, dimana setiap orang bisa membangun setiap aspek dari komunitas (masyarakat). Dalam media ini kita dapat menyusun ulang tatanan kemasyarakatan, yang dihubungkan oleh faktor-faktor kesamaan dari ketertarikan serta kesepahaman ketimbang dari segi kesamaan kewilayahan. Dalam skala yang lebih luas, pandangan tentang kesatuan atas kaesamaan ini akan dibawa pada tingkat masyarakat global, dan suatu jenis kebudayaan internasional yang baru.

Bahkan tidak hanya dalam bidang ke-masyarakatan saja, hubungan spiritual juga bisa terjalin dalam dunia maya ini. Komunitas elektronik ini memiliki karakter yang sama yakni karakter yang disusun atas ide kesamaan pandangan, kebulatan suara dan hubungan saling menguntungkan. Suatu masyarakat ideal dimana ada hubungan harmonis dalam jangka panjang, demi kesepakatan bersama dan hubungan yang saling menguntungkan.

Hubungan seperti ini akan menciptakan hypercity, kota dengan milyaran penduduk namun tidak ada yang tinggal dalam kota tersebut. Solidaritas dalam dunia maya lebih bersifat gameinschaft, dalam dunia seperti ini sejarah seakan membeku. Jangan lupa bahwa perbedaan, ketidak-samaan, serta konflik adalah bagian dari fitur dunia ini. Proses demokrasi yang sehat biasanya disertai benturan posisi politik dan konflik kepentingan. Sebagaimana tempat terbentuknya masyarakat ini (dunia maya), Masyarakat ideal yang terbentuk atas landasan kesamaan kepentingan, kesepakatan, serta kebulatan suara, adalah suatu yang maya pula.

The World We Live In

Dunia maya adalah ekspresi dari prinsip dari harapan dan kepercayaan terhadap dunia yang lebih baik. Karena dalam dunia maya ini ada sesuatu yang dangkal. Karena apa yang paling terlihat adalah suatu kemunduran, suatu keinginan hati, dan bersifat sentiment. Maka ide tentang ini semua adalah bentuk kemahakuasaan fantasi (pada tingkat individu) serta hubungan komunitas dengan sifat kekeluargaan yang sangat (pada tingkat masyarakat).

Mitos dari dunia maya (cyberspace) sudah saat-nya untuk diarahkan kebudayaan maya ke kubadayaan dari dunia nyata. Karena cyaberspace telah malampaui bidang sosiologisnya. Dalam pengembangan dan penggunaan teknologi sudah sewajarnya agar tidak mengabaikan konsep fisik dan keberadaan.

Akhirnya akan terbentuk 2 jenis masyarakat; pertama adalah jenis masyarakat kepompong, dimana orang-orangnya bersembunyi dalam rumah, dan terhubung dengan jaringan komunikasi. Kedua adalah masyarakat yang sangat sibuk dalam kota megapolitan dan sering berpindah dari satu kota ke kota lainnya hanya untuk berhubungan. Dalam masyarakat pertama, kau akan terbuai dalam kemewahan dari potongan impian (fractal dreaming). Sementara masyarakat kedua akan tertekan dalam dunia yang kacau, dan terus bermimpi untuk dapat keluar dari tekanan.

Oleh | kharisma DHIMAS syuhada

106051001763 | KPI V A


ANAK-ANAK KPI A ANGKATAN 2006 PUBLISH A ANAK KPI A BLOG WWW.KPIAKU.WORDPRESS.COM CONTRIBUTED BY ABDUL ROCHMAN, ANDRI RATIH, FAHDI FAHLEVI, FITRIA RAMADHANI, RICHA MUTMAINAH, AND SOFIAWATI DESIGNER BY KHARISMA DHIMAS SYUHADA EDITED BY KINTAN PANDU JATI AND MUHAMMAD RAGIL INDRATOMO DOCUMENTATED BY AHMAD FAUZI PROMOTED BY FARUK KHALIL GIBRAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Top Clicks

  • None

Recent Comments

Blog Stats

  • 19,453 hits
%d bloggers like this: