kpiaku.tk

AKU ( BAGI DIRIKU )

Aku lukiskan diriku sebagai sebuah mobil. Dimana semua bagiannya adalah bagian dari tubuhku, mesin sebagai otakku, roda sebagai logika dan ban sebagai perasaanku. Saat ini aku sedang berada pada sebuah ruas jalan yang padat. Macet memang dan aku pun mencoba jalan lain, berharap sampai tujuan lewat jalan pintas. Rupanya aku sama sekali tak sendirian, banyak pula yang memilih jalan pintas yang penuh rintangan dan tak lebih baik dari kemacetan tadi. Sama saja. 16 Nuat telah aku lewati dengan penuh lika-liku dan misteri.

Hingga suatu hari saat ada sedikit masalah pada banku, sebuah mobil mewah berhenti dan membantuku mengatasinya. Disitu aku mulai merasa getar-getar aneh yang selalu mengisi resahku. Aku mengejar dan mengikutinya, tapi sial, ada sesuatu dalam mesinku  yang buat aku harus berhenti. Ada sesuatu yang mengering dan hampa. Rupanya mobil itu masih bersimpati padaku dan mengajak supirku untuk ikut bersamanya, mencari sesuatu yang bisa buat aku kembali seperti sedia kala.

” Siapa yang akan menjagaku bila supir jiwaku tak ada.”

Tapi apa dayaku, dia tinggalkan aku sendiri dalam kesunyian. Dulu, bagiku kesendirian adalah sesuatu yang biasa dan aku anggap sebuah kenikmatan, tapi entah kenapa saat ini aku merasa kesendirian merupakan sebuah beban yang teramat berat. Jauh sebelum aku mengenal getar-getar itu keresahan bagiku hanya sebuah variasi tapi nampaknya sekarang seperti parasit. Menggerogoti aku. Rasa takut, marah, dendam, dan banyak rasa hadir mewarnai jalan yang sedang aku tempuh.

” Apa dosaku hingga aku ditinggalkan supir jiwaku sendiri,” jeritku.

Dibawanya supir jiwaku yang masih hijau kedalam jerat dan jebakan yang dibuat oleh mobil mewah tersebut. Dia tertipu oleh pesona yang terpancar lewat tatapan mata dan kelembutan sang supir mobil mewah tersebut.

” Apa mobil mewah itu memikirkan tubuhku yang ditinggalkan oleh supir jiwanya dan turut merasakan kehampaan ini?” ucapku lirih.

” apakah ia mengerti bahwa jiwaku telah dibawanya pergi,” seruku.

Secara tak sadar kini tubuhku telah melaju dengan begitu kencangnya, aku merasa senang karena semuanya kembali seperti semula. Tapi sepertinya ia bukan supir jiwaku yang dulu, dia tak pandai bawa tubuhku, dia lebih kasar dan beringas. Dia sering bawa tubuhku ke bar dan disko serta mabuk-mabukkan. Sepertinya supir jiwaku bukan orang baik karena setelah kusadar perilakunya sama seperti anak-anak yang tak punya tanggung jawab bahkan seperti binatang. Lama dia kendalikan tubuhku yang sedang hampa ini. Hingga aku mulai risih dan benci dengan jiwaku sendiri karena dia seperti benalu bagiku, setan.

‘ Ya benar, supir jiwaku ini adalah setan! Bukan manusia dan aku benci itu.” Umpatku.

Aku ingin jiwaku yang dulu, bukan ini yang kumau. Dibawanya selalu aku berpetualang mencari dan mencoba sesuatu yang baru padahal dulu dia tak seperti ini. Hingga suatu hari aku berhenti, supir jiwaku kesal dan berontak hingga ia menangis.

” Kenapa hidupku selalu penuh dengan cobaan, tak pernah aku merasa tenang dan damai, yang ada hanya takut, dendam dan amarah dalam dada. Kapan aku bisa lepas dari bayang-bayang ini ya Tuhan,” pekiknya.

Diam sesaat.

Saat ini kutahu aku bukan diriku, aku hanya seorang yang rapuh. Seseorang yang tak punya keberanian untuk jadi diri sendiri. Kapankah dating kedewasaan untukku, kapankah tibanya kelapangan hati buat diriku untuk menghadapi hidup yang keras ini. Kapan aku temukan jati diriku yang sesungguhnya.” Ucapnya.

” Semoga aku cepat dapatkan apa yang benar-benar aku mau dan Engkau mendengar jeritan bathinku. Semoga aku bisa selamat dan sukses sampai tujuan karena hidupku masih panjang dan perjalanan yang harus aku tempuh masih sangat jauh. Satu hal yang pasti ialah AKU HARUS BERUBAH.” Katanya sambil kembali melaju.

Perjalanan ini masih panjang, dan aku masih harus terus berjuang.

Author

Wawan Darmawan

Desember 2001

ANAK-ANAK KPI A ANGKATAN 2006 PUBLISH A ANAK KPI A BLOG WWW.KPIAKU.WORDPRESS.COM CONTRIBUTED BY ABDUL ROCHMAN, ANDRI RATIH, FAHDI FAHLEVI, FITRIA RAMADHANI, RICHA MUTMAINAH, AND SOFIAWATI DESIGNER BY KHARISMA DHIMAS SYUHADA EDITED BY KINTAN PANDU JATI AND MUHAMMAD RAGIL INDRATOMO DOCUMENTATED BY AHMAD FAUZI PROMOTED BY FARUK KHALIL GIBRAN

1 Response to ""

god.. blow job…

i mean good job,,

keep listening.. keep reading.. n also keep writing……………………………………. maybe wolrd come to u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

December 2016
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Top Clicks

  • None

Recent Comments

Blog Stats

  • 19,453 hits
%d bloggers like this: